Minggu, 22 Januari 2012

Idul Adha

Alhamdulillah di 1432H tahun lalu BSMI Sleman mampu menyalurkan dana masyarakat kepada mesjid Jami' at Takwa berupa sumbangan 1 ekor sapi. Dan kami mengharap di tahun 1433H ini kami mampu berkontribusi dan memberikan sumbangan lebih keadaan. Untuk laporan pendanaan bisa dilihat situs mesjid at takwa berikut ini:

Laporan

Jumat, 13 Januari 2012

IbadurRahman

Ini adalah kajian dari ust Yunahar Ilyas mengenai tipe-tipe manusia. Dan salah satu tipe manusia yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah tipe manusia yang disebut dengan Ibadur Rahman di surat Al Furqan ayat 63-76:

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyebutkan 12 sifat yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin di nisbatkan kepada Ar-Rahman, yaitu:
  1. tidak bersifat sombong, 
  2. selalu mengucapkan perkataan yang baik sekalipun dengan orang yang jahil, 
  3. mendirikan shalat tahajud, 
  4. mohon perlindungan kepada Allah dari azab neraka jahannam, 
  5. hidup sederhana, 
  6. tidak mempersekutukan Allah
  7. tidak melakukan pidana pembunuhan
  8. tidak berzina
  9. tidak memberikan kesaksian palsu
  10. menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah
  11. mau mendengarkan peringatan Alah
  12. mendambakan anak keturunan yang shaleh
Berikut ini akan diuraikan secara singkat  2 dari keduabelas hal tersebut.

Tidak bersifat sombong
Manusia berasal dari keturunan yang sama yaitu adam. Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Untuk mendampingi adam diciptakan Hawa. Adam dan Hawa melahirkan keturunan yang tambah lama tambah banyak, hingga tersebar ke berpencar membentuk generasi dan bangsa-bangsa. Pada akhirnya semua ummat manuisa dipandang sama di sisi Allah. Tidak ada nilai lebih dari segi penampilan fisik. Allah memandang dari segi amal usaha kebajikan dan kesucian serta keikhlasan hati. Yang paling mulia di sisi Allahadalah yang paling banyak melakukan perintah Allah dan paling sedikit mengerjakan larangan-Nya atau dengan kalimat lain yang paling takwa.
Berdasarkan itu semua tak ada hak bagi seseorang untuk menyombongkan diri pada orang lain, membanggakan diri kelebihannya atau merasa lebih dari orang lain. Orang sombong secara tidak sadar telah menggali jurang yang memisahkan dirinya dengan masyarakat. Sifat sombong adalah saha satu penyakit jiwa yang memberikan dampak negatif kepada masyarakat. Suatu saat dia membutuhkan jembatan untuk menyebrang ke seberang, karena bagaimanapun tidak ada orang yang bisa hidup tanpa masyarakat.

Selalu mengucapkan perkataan yang baik sekalipun dengan orang yang jahil
Kata-kata yang baik sangat menyejukkan perasaan menambah ikatan batin dan mengokohkan tali persaudaraan. Sebaliknya dengan kata-kata kasar mampu menyakitkan hati, meninggalkan bekas yang lama dan bisa menjurus kepada permusuhan. Layanilah siapapun dengan perkataan yang lemah lembut dan bernilai. Jangan merasa rendah diri saat berbicara dengan orang yang lebih pandai dan jangan pula menyepelekan orang yang lebih rendah ilmunya dari kita. Katakanlah perkataan yang mengandung keselamatan sekalipun terhadap orang jahil. Kalau anda ingin tidak menjawab pertanyaan yang tidak bermutu, atau tidak ingin melayani ucapan yang ngawur, tetaplah harus ditolak dengan perkataan yang sopan, tidak kasar, dan jangan pula ikut-ikutan ngawur seperti lawan bicara anda. Jangan langsung menuduhnya dengan bermaksud menghina dan melecehkan anda, boleh jadi ucapan yang tidak bermutu itu memang karena kualitas ilmu pengetahuannya yang rendah atau dengan ungkapan lain karena kejahilannya.

Minggu, 30 Oktober 2011

BSMI Mengabdi

Sambil ngitung jari.. Sudah berapa lama tidak posting di blog.. hehehe

Ehemm mulai serius deh..

Sambil menyamakan nada suara mari menyanyi bersama..

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa


Beberapa waktu lalu kita memperingati hari Sumpah Pemuda. Hari yang dikenal sebagai sejarah pemuda bangsa Indonesia bersatu melawan penjajah. Para pemuda merasa bila strategi perang fisik tak akan mampu melawan penjajah yang memiliki persenjataan lengkap dan canggih pada saat itu. (Mengingat kembali pelajaran waktu SD) sehingga perlawanan secara intelektual dan diplomasi mulai di lakukan.


Alhamdulillah hari ini kami telah menyelesaikan tugas kami untuk membantu dusun Gondang Lutung memeriahkan hari Sumpah Pemuda. Acara dimulai pada hari Ahad tanggal 23 Oktober. Saat itu kami bersama pemuda Gondang Lutung mengadakan acara bakti sosial berupa:

1. Sepeda santai bersama warga serta anak-anak Gondang Lutung
2. Lomba-lomba yang sering diadakan waktu 17-an
3. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut

Acara cukup meriah, diikuti 30 anak-anak Gondang Lutung cukup membuat panita kewalahan karena tingkah laku mereka yang bermacam-macam. Mulai dari yang pendiam sampai yang suka main curang atau menjahili temannya. Menarik dan bahagia bila melihat wajah-wajah mereka yang lucu-lucu itu tertawa lepas tanpa beban. Penyuluhan kesehatan gigi berjalan dengan lancar. Kami membagikan pasta gigi, sikat gigi dan gelas gratis kepada anak-anak Gondang Lutung. Kami juga memberikan hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari kami sebagai salah satu evaluasi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Acara hari itu ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta yang telah memenangkan lomba.

Setelah acara selesai dan anak-anak mulai pulang ke rumah masing-masing, kami berdiskusi dengan kader kesehatan setempat untuk mengadakan pelatihan penggunaan alat tensimeter (pengukur tekanan darah).  Dalam rapat itu akhirnya disepakati susunan acara penyuluhan dan pelatihan hipertensi untuk kader kesehatan serta pengobatan gratis untuk lansia.






Tanggal 30 Oktober 2011 akhirnya telah tiba. Kami berusaha mempersiapkan sebaik mungkin untuk menghadapi tanggal ini. Mulai dari panita yang akan kami libatkan, peralatan, obat, materi penyuluhan, dll. Di tengah kesibukan kami masing-masing alhamdulillah kami masih bisa memberikan waktu-waktu terbaik kami untuk acara ini. Kami berangkat bersama dari sekretariat BSMI pada pukul 12.30 dengan mengendarai mobil seorang kader BSMI Sleman. Perjalanan kami menuju Gondang Lutung di temani oleh rintik-rintik hujan. Perasaan cemas mulai menyelimuti hati kami. Apakah nanti pelayanan kesehatan yang kami lakukan akan di penuhi oleh pasien, bagaimana persiapan presentasi yang telah kami lakukan, apakah nanti akan menjadi sia-sia.

Sesampainya di tempat yankes, pandangan kami kosong, karena melihat tempat masih sepi dari pasien, warga ataupun kader kesehatan yang kami undang. Mulai rasa cemas nampak seperti akan menjadi kenyataan. Beberapa waktu kemudian terlihat sesosok bapak yang telah lewat paruh baya menggunakan payung dan berjalan menuju tempat yankes. Harapan kami pun terjawab, alhamdulillah.. akhirnya ada peserta yang datang. Kami berusaha menyambut beliau dengan ramah sambil berharap diikuti peserta lainnya.

Akhirnya satu per satu peserta penyuluhan kesehatan datang. Rata-rata peserta yang datang dalam acara kami berusia 50 tahun ke atas, karena memang sejak awal kami mengkondisikan agar acara ini diikuti oleh lansia. Acara kami buka dengan sambutan dari tuan rumah yang diwakili oleh mas Davit, lalu lansia mulai mendaftarkan dirinya untuk diperiksa berat badan dan tekanan darah, setelah itu menuju ke tempat pemeriksaan dokter dan dilakukan anamnesis (pemeriksaan). Setelah semua lansia diperiksa, para lansia diminta untuk menunggu di ruang tengah untuk berpartisipasi dalam penyuluhan kesehatan lansia. Materi yang kami berikan mulai dari senam lansia dan juga penyuluhan pencegahan dan penanganan hipertensi. Alhamdulillah ada 39 peserta lansia yang mengikuti acara ini.

Peserta nampak antusias, mereka mengikuti gerak kami dan senam bersama. Serta saat penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi. Mereka juga mengajukan beberapa pertanyaan cukup unik yang mereka hadapi sehari-hari kepada pemateri. Bagi yang melihat mungkin akan terasa menyenangkan, karena lansia-lansia yang kami hadapi ini luar biasa.

Akhirnya penyuluhan telah selesai kami laksanakan, saatnya membagikan obat kepada peserta satu persatu. Mereka kami panggil sesuai urutan saat mendaftar. Setelah semua pasien kami beri obat, kami mulai berkemas-kemas dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelum pulang, pemuda setempat menyuguhi kami makanan yang unik dan menggoda untuk kami santap. Kue getuk, serabi, dan klepon/onde2 tersaji di hadapan kami. Tentu saja, setelah seharian kami bekerja keras, kami menyantap sajian makanan itu dengan senang hati.

Alhamdulillah acara kami tutup dengan saling memberikan kesan-pesan serta tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada panita setempat yang telah menyediakan tempat, waktu, serta berusaha menghadirkan peserta penyuluhan. Ini merupakan rasa syukur kami kepada Allah SWT karena kami masih diberikan kesempatan dan masih dalam usia yang muda. Karena di usia muda itu Allah SWT berfirman di surat Ar Ruum ayat 54, usia muda adalah usia dimana manusia dalam puncak kekuatan, baik itu kekuatan secara fisik maupuk akal. Alangkah lebih baik bila kekuatan fisik dan akal itu dibarengi dengan kekuatan iman. Sehingga pemuda kita dapat berkontribusi diberbagai kegiatan-kegiatan yang positif dan membangun bangsa ini.















Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Terjemah QS Ar Ruum 54)

Minggu, 07 Agustus 2011

Pelayanan Kesehatan di Pathuk

Layaknya berbagai rohis di UGM yang memiliki desa binaan, kali ini BSMI diundang oleh rohis dari fakultas peternakan UGM untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekitar Pathuk, Gunung Kidul. Meski dari peternakan UGM yang mengundang kami, tentu saja kami tetap mengobati warga pathuk, bukan mengobati hewan ternak di sana. Para relawan BSMI yang terdiri dari 6 orang, 2 farmasis, 2 perawat, dan 2 dokter, sudah diminta untuk kumpul di sekretarian BSMI jam 7 pagi, karena perjalanan dari sekretariat menuju tempat lokasi hampir sekitar 1 jam lebih. Perjalanan menggunakan mobil dinas fakultas peternakan UGM, Mitsubisi L300. Suara mesinnya yang meyakinkan menandakan mobil ini siap mengangkut kami dan mengantar sampai ke tempat tujuan. Di perjalanan para relawan terpesona saat melintasi perbukitan wonosari. Bisa melihat kota Yogyakarta dari lereng bukit wonosari. Meski siang hari terasa indah, jogja seakan diselimuti oleh kabut pagi.

Saat akan sampai di tempat lokasi kami di beritahu panitia bahwa kami harus turun terlebih dahulu sebelum sampai lokasi karena akan ada penjemputan dengan menggunakan sepeda motor, yang artinya mobil yang kami tumpangi tidak akan sanggup melewati medan selanjutnya. Pikiran kami sudah melayang kemana-mana. Memang medan apa yang akan kami tempuh. Ternyata  setelah sampai di tempat transit, kami harus menyebrangi sungai melalui jembatan kayu yang disangga oleh kawat-kawat dan tiang pancang dari besi. Saat menyebrangi jembatan itu, apalagi kami membawa obat-obatan, rasanya jembatan seakan berteriak tidak sanggup menahan beban kami, krieekk.. krieekk.. krieeekk... Kata panitia, dulu sebelum gempa Bantul jembatan ini tidak berbunyi. Berarti jembatan ini sekarang sudah hampir tidak layak pakai.

Kurang lebih 5 menit akhirnya sampai di lokasi, sebuah SD kecil yang sangat sederhana. Bila dilihat dari papan absen, setiap harinya perkelas, SD ini hanya memiliki 4 murid tiap kelas. Berarti dari kelas 1-6 SD jumlah total murid adalah sekitar hanya 24 siswa. Sungguh menyedihkan pendidikan di daerah ini. Dengan fasilitas seadanya saya rasa sangat kejam saat pemerintah memberlakukan NEM minimal dan tidak meluluskan siswa yang tidak memenuhi persayaratan. Beban mereka di daerah terpencil pun juga besar, bukan hanya sebagai seorang pelajar, tapi mereka juga membantu orang tua mencari rumput, ke sawah, memelihara ternak, dll.

Pelayanan kesehatan segera kami siapkan dan kami mulai pukul 8.30. Pasien yang mendaftar kali ini cukup banyak, sekitar 50 lebih warga mendaftar dengan tertib dan rapi. Alhamdulillah tidak ada insiden warga protes karena nomer antriannya dilwati warga lain. Kasusnya bermacam-macam. Mulai dari hanya ingin ketemu dengan dokter Bongky (bukan dokter Boyke ya) sampai pasien dengan kecurigaan gagal jantung grade I. Pelayanan kesehatan berlangsung kurang lebih 3 jam. Kami menutup pelayanan kesehatan ketika telah pasti tidak ada warga lagi yang mendaftar menjadi pasien. Akhirnya kami menata kembali obat-obatan dan bersiap untuk pulang.

Wah sudah membayangkan lagi akan melewati jembatan itu. Rasanya ingin jalan kaki saja saat melewati jembatan, tidak perlu dibonceng. Setelah kami meletakkan obat-obatan di bagasi mobil rasanya badan ini gerah dan ingin segera masuk ke dalam mobil untuk menikmati AC mobil. Alhamdulillah pengobatan kali ini berjalan dengan lancar. Perjalanan pulang kami pun diiringi dengan pemandangan indah Yogyakarta dari bukit Wonosari. Setelah itu beberapa dari kami pun tertidur pulas di dalam mobil sampai beberapa dari kami tidak sadar bahwa mobil telah sampai di sekretariat BSMI. Barakallah.. moga perjalanan tadi menjadikan amal tersendiri di bulan yang penuh barakah ini.. Amiin








Selasa, 21 Juni 2011

Khitanan Massal

Yogyakarta. Pada tanggal 26 Juni 2011 besok, BSMI cabang Sleman akan menyelenggarakan khitanan massal di salah satu lokasi TPA sekaligus tahfidzul qur'an, yaitu di TPA Ar Rahmah. Jumlah anak yang akan dikhitan telah terdaftar sebanyak 17 anak.
Ini menjadi salah satu ajang bagi kader BSMI sendiri untuk melatih keterampilan dalam melakukan khitan, atau juga sering dikenal dengan supit. Kader BSMI akan banyak belajar dari senior-senior mereka yang menjadi oerator saat melakukan khitan.
Bila ada yang ingin melaksanakan kegiatan yang sama dapat langsung menghubungi kami di sekretariat kami atau melalui blog ini. Kami akan segera merespon dengan cepat dan bekerja professional. Moga ini semakin memperluas syiar lambang kami sebagai lambang yang diakui masyarakat Indonesia.

Minggu, 15 Mei 2011

Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Yogyakarta, 15 Mei 2011.
BSMI Cabang Sleman mengerahkan timnya untuk memberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma kepada masyarakat sekitar perumahan Graha Indah Sejahtera. Peserta pelayanan kesehatan merupakan anggota pengajian di mesjid kompleks tersebut. Tak banyak yang ingin saya bicarakan karena reportase secara video telah dipublish oleh Humas BSMI Propinsi Yogyakarta. Namun memang banyak hal unik yang terjadi, mulai dari dimarah-marahi oleh peserta karena mereka terlalu lama menunggu obat, salah menyebut nama, sampai makan soto sokaraja dua mangkuk. Ada-ada saja yang terjadi di pelayanan kesehatan kali ini

Harapan yang sempat saya tangkap dari panitia pelaksana adalah terbentuknya klinik kesehatan di sekitar wilayah mereka. Sepertinya mereka juga merindukan acara yang bertemakan kesehatan di wilayah mereka. Kami juga menangkap bahwa masyarakat sekitar masih belum memahami bahwa masyarakat miskin sekarang dapat memperoleh jaminan kesehatan. Unik saat salah satu dokter kami mendapati pasien dengan hernia yang cukup besar dan harusnya dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Bisa jadi ini merupakan peluang bagi dokter-dokter BSMI mendirikan klinik kesehatan di daerah tersebut.

Acara pelayanan kesehatan ditutup dengan makan-makan bersama dan ramah tamah dengan panitia penyelenggara setelah kami menyelesaikan pemberian obat kepada 106 peserta pelayanan kesehatan. Cukup melelahkan tapi bagi kami ini adalah sebuah reuni. Beberapa dari kami pun juga sudah lama tidak melakukan pelayanan kesehatan dan berinteraksi dengan masyarakat.
 
Dalam perjalanan pulang, teringat kisah Umar yang menghantarkan sekarung beras kepada rakyatnya yang kelaparan. Memang kami tak sekuat dan se-amanah Umar, tapi semangat kami untuk meniru jejak perjuangan beliau dalam menyebarkan kasih sayang dalam agama ini kepada semua insan. (PS)








Sabtu, 07 Mei 2011

Hasi foto2 dan Kunjungan Pameran Potensi Sleman

Berikut ini laporan kunjungan tim Humas BSMI cabang Sleman.
Selama perjalanan mengelilingi pameran tim ditemani oleh guyuran hujan. Tidak banyak stand yang bisa kami kunjungi, tapi sejak awal berangkat kami telah menetapkan tujuan-tujuan stand yang akan kami kunjungi untuk mencari informasi dan mengembangkan BSMI nantinya.
Stand pertama yang kami kunjungi adalah kesbanglinmas. Karena kami belum medapati stand Dinkesm jadi kesbanglinmas yang kami kunjungi. Kami mendapatkan informasi mengenai bagaimana mendirikan LSM di Sleman, perijinannya dan surat pengakuan dari pemerintah Sleman.
Alhamdulillah kami mendapat sambutan yang baik di stand tersebut. Lama kami mengobrol mengenai LSM dan juga penanganan bencana Merapi.
Setelah puas mengobrol kami pamitan untuk menuju stand Dinkes

Pencarian kami belum menemukan hasil, malah kami mendapati stand kepemudaan dan olah raga yang juga diisi dengan produk Coklat Roso (Cokro).
Kami mencoba menyicipi coklat rasa jejamuan gula asem. Halus, lembut, unik, dan segar..
Yah dengan harga yang lebih mahal dari silverqueen:)

Pencarian terus berlanjut akhirnya kami menemukan stand Dinkes. Pertama-tama kami melihat-lihat, apa saja yang ada di stand tersebut. Stand yang luas namun terasa pemanfaatannya kurang, bahkan terkesan sepi dibanding stand lain. Berbincang2 sedikit dengan petugas mengenai leaflet dan memperkenalkan BSMI ke petugas stand. Sebuah pelajaran berharga bagi kami untuk mendirikan stand sendiri dan lebih aktraktif. Melihat sayang sekali informasi berharga di stand Dinkes tidak dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Dalam perbincangan kami dinkes juga memberikan kesempatan, bila BSMI ingin mengadakan yankes bisa ikut di stand Dinkes. Hmm tawaran yang menarik, tapi kami ingin mencoba lebih dari itu.

Akhirnya hujan yang tak kunjung reda kami nekat segera pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 dan pameran akan segera tutup.

Pada saat peringatan hari kesaktian pancasila pameran ini akan digelar lagi, harapannya kami bisa mendapat kesmpatan untuk mendirikan stand BSMI sendiri dan memberikan pelayanan terbaik kami bagi warga Sleman