Jumat, 13 Januari 2012

IbadurRahman

Ini adalah kajian dari ust Yunahar Ilyas mengenai tipe-tipe manusia. Dan salah satu tipe manusia yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah tipe manusia yang disebut dengan Ibadur Rahman di surat Al Furqan ayat 63-76:

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyebutkan 12 sifat yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin di nisbatkan kepada Ar-Rahman, yaitu:
  1. tidak bersifat sombong, 
  2. selalu mengucapkan perkataan yang baik sekalipun dengan orang yang jahil, 
  3. mendirikan shalat tahajud, 
  4. mohon perlindungan kepada Allah dari azab neraka jahannam, 
  5. hidup sederhana, 
  6. tidak mempersekutukan Allah
  7. tidak melakukan pidana pembunuhan
  8. tidak berzina
  9. tidak memberikan kesaksian palsu
  10. menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah
  11. mau mendengarkan peringatan Alah
  12. mendambakan anak keturunan yang shaleh
Berikut ini akan diuraikan secara singkat  2 dari keduabelas hal tersebut.

Tidak bersifat sombong
Manusia berasal dari keturunan yang sama yaitu adam. Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Untuk mendampingi adam diciptakan Hawa. Adam dan Hawa melahirkan keturunan yang tambah lama tambah banyak, hingga tersebar ke berpencar membentuk generasi dan bangsa-bangsa. Pada akhirnya semua ummat manuisa dipandang sama di sisi Allah. Tidak ada nilai lebih dari segi penampilan fisik. Allah memandang dari segi amal usaha kebajikan dan kesucian serta keikhlasan hati. Yang paling mulia di sisi Allahadalah yang paling banyak melakukan perintah Allah dan paling sedikit mengerjakan larangan-Nya atau dengan kalimat lain yang paling takwa.
Berdasarkan itu semua tak ada hak bagi seseorang untuk menyombongkan diri pada orang lain, membanggakan diri kelebihannya atau merasa lebih dari orang lain. Orang sombong secara tidak sadar telah menggali jurang yang memisahkan dirinya dengan masyarakat. Sifat sombong adalah saha satu penyakit jiwa yang memberikan dampak negatif kepada masyarakat. Suatu saat dia membutuhkan jembatan untuk menyebrang ke seberang, karena bagaimanapun tidak ada orang yang bisa hidup tanpa masyarakat.

Selalu mengucapkan perkataan yang baik sekalipun dengan orang yang jahil
Kata-kata yang baik sangat menyejukkan perasaan menambah ikatan batin dan mengokohkan tali persaudaraan. Sebaliknya dengan kata-kata kasar mampu menyakitkan hati, meninggalkan bekas yang lama dan bisa menjurus kepada permusuhan. Layanilah siapapun dengan perkataan yang lemah lembut dan bernilai. Jangan merasa rendah diri saat berbicara dengan orang yang lebih pandai dan jangan pula menyepelekan orang yang lebih rendah ilmunya dari kita. Katakanlah perkataan yang mengandung keselamatan sekalipun terhadap orang jahil. Kalau anda ingin tidak menjawab pertanyaan yang tidak bermutu, atau tidak ingin melayani ucapan yang ngawur, tetaplah harus ditolak dengan perkataan yang sopan, tidak kasar, dan jangan pula ikut-ikutan ngawur seperti lawan bicara anda. Jangan langsung menuduhnya dengan bermaksud menghina dan melecehkan anda, boleh jadi ucapan yang tidak bermutu itu memang karena kualitas ilmu pengetahuannya yang rendah atau dengan ungkapan lain karena kejahilannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar